Penelitian Pada Kera, Anti Ebola Terbukti Efektif

Rimanews – Obat anti ebola ZMapp terbukti 100 persen efektif pada penelitian terhadap kera. Bahkan obat ini tetap efektif pada tingkat infeksi yang sudah parah. Para peneliti mengatakan temuan pada monyet ini adalah sebuah kemajuan yang sangat penting. Baca Juga 21 Ribu Muslim Rohingya Lari ke Bangladesh PM Inggris Jadi Pemimpin Wanita Pertama yang Hadiri KTT Negara Teluk Saudi Vonis Mati 15 Mata-mata Iran ZMapp dijuluki sebagai “serum rahasia” karena masih dalam tahap percobaan pengembangan obat, dan hingga sekarang belum ada data publik pada tingkat efektifitas obat ini. Namun dokter mulai berpaling pada obat ini, karena hingga sekarang, tak ada obat apapun untuk virus ebola yang telah menewaskan lebih dari 1500 sejak mulai menjangkit di Guinea. Para peneliti telah melakukan penelitian dengan kombinasi antibody yang berbeda, sebagian dari sistem imun yang mengikat virus tersebut, sebagai terapi. ZMapp adalah campuran terbaru yang berisi tiga antibodi. Kombinasi yang terbaru ini menunjukan tingkat yang sangat efektif saat percobaan pada hewan. Percobaan pada 18 rhesus kera yang terjangkit ebola memperlihatkan hasil yang menggembirakan. Obat tersebut efektif 100 persen. Hewan yang menjadi obyek penelitian diberikan Zmapp lima hari setelah mereka terinfeksi. Untuk kera, diberikan dengan kondisi saat tingkat infeksi mereka mulai parah. Mereka diberikan hanya tiga hari sebelum kondisinya menjadi fatal. Para ilmuwan tersebut mengatakan ini menjadi terapi yang sangat dibutuhkan untuk diberikan bahkan sebelum gejalanya muncul. Salah seorang peneliti, Dr Gary Kobinger dari Bagian Kesehatan Masyarakat dari Kanada mengatakan temuan ini sebagai sebuah langkah besar dari kombinasi antibodi yang sebelumnya. “Kenaikan percobaan ini jauh diatas ekspektasi saya. Saya sangat kagum bahwa kombinasi terakhir ini menjadi kombinasi terbaik dan langkah maju dalam hal menggabungkan antibodi. Ini adalah berita yang sangat menggembirakan,” ujarnya. “Adalah sangat luar biasa ketika kita mampu menyembuhkan beberapa hewan yang terjangkit pada level yang sudah membahayakan,” katanya melanjutkan. Namun persediaannya yang sangat terbatas mungkin belum bisa membawa banyak perubahan pada 20 ribu warga Afrika Barat yang sudah terinfeksi. Obat ini juga sudah diujicobakan pada manusia. Namun dua orang dari tujuh orang pasien ebola yang diberikan obat ini meninggal dunia. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : obat anti ebola , ZMapp , Afrika , Internasional

Sumber: RimaNews