Meski Ada Sandera yang Sakit, Secara Umum Kondisinya Baik

Togel Web Jakarta – Kementerian Luar Negeri memastikan tujuh sandera anak buah kapal (ABK) Indonesia yang diculik kelompok Abu Sayyaf pada 20 Juni 2016, dalam kondisi baik. Informasi itu diperoleh langsung lewat koordinasi dan konsultasi berbagai pihak di Indonesia dan Filipina per hari Minggu (31/7) malam. “Ada yang mengalami situasi sakit, tapi secara umum, mereka dalam keadaan baik,” kata Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI) Kemlu, Lalu Muhamamd Iqbal, usai pertemuan dengan perwakilan keluarga dari tujuh sandera ABK dengan didampingi dua anggota Komisi I DPR, hari Senin (1/8). Iqbal mengatakan pertemuan dengan pihak keluarga bertujuan memberikan perkembangan informasi terakhir terkait situasi tujuh sandera WNI. Pihak keluarga juga mendengarkan kesaksian dari sejumlah ABK yang berhasil dibebaskan dalam penyanderaan sebelumnya. “Mereka (ABK yang dibebaskan) sudah menceritakan bagaimana kondisi di dalam,” kata Iqbal. Iqbal menolak menyampaikan strategi yang dipakai pemerintah untuk mempercepat proses pembebasan sandera. Namun, dia mengatakan kerja sama semua pihak termasuk perusahaan dan keluarga, serta DPR, sangat dibutuhkan. “Semua pihak harus bersama-sama untuk bekerja sama dan saling berkonsultasi dan berkoordinasi untuk melakukan satu strategi sama dalam rangka membebaskan ketujuh sandera ini,” kata Iqbal. Iqbal mengatakan pemerintah akan memperkuat konsolidasi untuk menyatukan strategi antarinstansi yang terlibat dalam proses pembebasan sandera warga negara Indonesia (WNI) di Filipina. Menurutnya, pemerintah juga sedang memastikan agar peristiwa penculikan tidak terulang lagi. Sebagaimana diketahui, Abu Sayyaf menyandera tujuh anak buah kapal (ABK) WNI di Laut Sulu, Filipina, pada 20 Juni lalu. Selanjutnya, Abu Sayyaf kembali menculik tiga ABK WNI di perairan Lahad Datu, Malaysia, pada 9 Juli 2016, sehingga total WNI yang disandera saat ini sebanyak 10 orang. Penculikan WNI sudah terjadi empat kali dalam kurun sekitar empat bulan. Terkait hal itu, Iqbal mengatakan pemerintah akan segera merealisasikan kesepakatan tiga negara antara Indonesia, Filipina, dan Malaysia, untuk patroli bersama di titik-titik rawan perompakan dan pembajakan. Di sisi lain, Iqbal mengatakan Kemlu akan mendampingi keluarga korban selama proses pembebasan agar komunikasi bisa lebih intens. Natasia Christy Wahyuni/PCN Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu