JK: KAHMI Harus Bersinergi Majukan NKRI

Togel Web Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menghadiri Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT ke-50 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Jakarta, Rabu (28/9) malam. Pada awal sambutannya, JK yang juga Ketua Majelis Etik KAHMI bicara mengenai besarnya jumlah anggota KAHMI. “Hari ini kita kumpul untuk memperingati ulang tahun KAHMI. Jumlah anggota KAHMI cuma Allah yang tahu. Mau menyebut 100.000 orang, berapa saja tidak ada yang bisa bantah, dan tidak ada yang berani bantah, karena tidak tahu jumlahnya. Tapi yang jelas banyak,” kata JK. HUT KAHMI diperingati setiap 17 September. Hadir dalam peringatan HUT ke-50 sejumlah tokoh di antaranya, mantan Ketua DPR Akbar Tanjung, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hary Azhar Azis, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muhammad, Ketua Komisi II DPR Rambe Kamarulzaman serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Selain itu, turut hadir bakal calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan serta bakal calon wakil gubernur Jakarta, Sylviana Murni. Diketahui, Anies berpasangan dengan Sandiaga Uno dan Sylviana merupakan pendamping Agus Harimurti Yudhoyono. Menurut JK, hal terpenting bukanlah jumlah anggota KAHMI, melainkan kebersamaan. “Kebersamaan kita dalam pengabdian, itulah yang menyatukan kita,” ujarnya. Dia menambahkan, kader KAHMI tersebar di berbagai partai politik. Para pejabat di kementerian/lembaga juga banyak berasal dari KAHMI. “Begitu banyak kita ini,” imbuhnya. Dia juga sempat berkelakar mengenai Pemilihan Gubernur (pilgub) Jakarta 2017 mendatang. “Pokoknya tutup mata, pilih saja lah, salah satunya (Anies atau Sylviana). Mudah-mudahan lah,” katanya seraya disambut tepuk tangan dan tawa hadirin. Dia juga sempat menyoroti tema peringatan HUT yakni “Sinergi Merawat NKRI”. Dikatakan, sinergi berarti mempunyai langkah sama untuk saling mendukung. “Saya sebenarnya kurang terlalu setuju kata merawat, karena merawat itu untuk orang sakit. NKRI itu sehat,” ucapnya. Dia menyatakan, kata yang tepat sejatinya ialah “majukan”. “Jadi, Sinergi Majukan NKRI, itulah tentu tujuan kita. Karena kita ingin bersatu dengan tujuan, tercipta pengabdian bernafaskan Islam,” katanya. Dunia Dia mengungkapkan, situasi dunia internasional belakangan ini begitu memprihatinkan. “Di mana-mana masalah terjadi, apakah itu bidang politik, keamanan,” katanya. Dia terharu dengan keadaan di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. “Bom demi bom. Saya baru kembali di Sidang Umum PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), yang kita bicarakan pengungsi, terorisme,” ujarnya. Dia mengungkapkan, Eropa menghadapi permasalahan pengungsi yang kian masif. “Ekonomi terpecah. Di Amerika krisis mereka hadapi. Di Asia juga begitu,” ungkapnya. “Kita bersyukur di Indonesia, masalah seperti politik dan keamanan, tidaklah seburuk yang dihadapi negara-negara di dunia.” Dia menyatakan, rasa bersyukur patut disematkan pada Indonesia. “Kita bersyukur secara politik semua jauh lebih baik dibanding banyak negara-negara Islam. Politik yang terbaik di ASEAN adalah Indonesia,” tegasnya. “Memang kita tidak pernah mengenal oposisi. Hari ini boleh oposisi, besok berkawan, selanjutnya untuk kemajuan bersama. Politik haruslah punya tujuan dan moral, itulah kebanggaan kita.” Pada bidang ekonomi, dia mengakui, terdapat sedikit kendala di Tanah Air. Sebab, perekonomian dunia juga tengah melambat. “Dunia ini saling menyambung. Tidak ada negara bisa maju sendirian dan maju sendirian,” katanya. Dia mengajak seluruh komponen bangsa untuk bekerja lebih keras. “Kita masih punya banyak utang kepada bangsa ini. Jika bangsa ingin disatukan, capailah cita-cita bangsa itu. Tujuan kita adalah menciptakan masyarakat yang makmur dan adil,” ujarnya. “Makmur saja akan timbulkan masalah. Adil tanpa kemakmuran juga akan mempunyai masalah. Ujung daripada itu bekerja keras, kerja produktif, kerja sama dengan baik.” Carlos KY Paath/PCN Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu