Antisipasi bola atas, andalkan serangan balik

Sindonews.com – Tim Nasional (Timnas) Indonesia mengandalkan serangan balik saat menghadapi Irak pada kualifikasi Piala Asia 2015. Strategi tersebut diterapkan pelatih Nil Maizar mengingat kuatnya lawan yang dihadapi di Al Rasyid Stadium, Dubai, Uni Emirat Arab, Rabu malam (6/2). Timnas Indonesia kemungkinan menggunakan formasi 4-4-1-1. Posisi striker tunggal di skema tersebut akan diisi Irfan Bachdim yang baru saja bergabung bersama skuad Garuda dalam beberapa hari terakhir. Pergerakan Irfan akan disokong kedua sayap yang dinilai Nil memiliki kecepatan tinggi. Pola seperti itulah yang direncanakan menjadi bentuk serangan balik Timnas Indonesia. “Insya Allah kami akan memaksimalkan serangan balik dalam pertandingan nanti. Timnas mengandalkan kecepatan dua pemain sayap yang siap menjadi penopang striker,”kata Nil melalui pesan singkat kepada SINDO, Selasa (5/2). Nil Maizar mengatakan, terdapat banyak hal yang harus diwaspadai Andik Vermansyah dkk saat menghadapi Irak. Para pemain dari negara yang tengah dilanda konflik itu memiliki postur tinggi besar, sehingga mereka unggul dalam bola-bola atas. Ini dipastikan menjadi tugas berat bagi para pemain bertahan Indonesia. “Irak bagus dalam bola-bola atas. Kemungkinan mereka akan mengandalkan pola seperti itu untuk mengatasi para pemain Indonesia yang postur tubuhnya lebih kecil,” tuturnya. Selain postur tubuh yang lebih mumpuni, Irak juga dikenal dengan permainan cepatnya, terutama serangan-serangan yang berasal dari sisi lapangan. Karena itu, Nil menginstruksi para pemain Timnas agar tidak memberi kesempatan pemain Irak untuk melakukan crossing. Sementara dalam menguasai bola, skuad Garuda diminta mengutamakan bola-bola pendek dengan tempo cepat. “Di pertandingan nanti para pemain harus benar-benar fokus dan menjaga konsentrasi, terutama pada lini pertahanan. Kami akan berusaha menjegal serangan-serangan Irak dari sektor kanan dan kiri pertahanan, itu agar mereka kesulitan untuk memperagakan umpan crossing. Kalau leluasa bermain crossing, Irak pasti dimudahkan dengan postur tubuh mereka,” kata Nil. Dia pun meminta para penggawa Garuda bisa melupakan hasil pertandingan terakhir mereka saat kalah 5-0 dalam uji coba melawan Jordania. Bergabungnya Irfan Bachdim dan Stevie Bonsapia memang memberi tambahan kekuatan bagi skuad Garuda. Irfan dipastikan menjadi solusi minimnya stok penyerang di Timnas Indonesia. Sementara itu, Stevie akan dipercaya menggantikan posisi Diego Michiel di bek kanan yang urung bergabung karena terjerat permasalahan hukum. Sebelum Stevie Bergabung, posisi bek kanan dipercayakan pada Raphael Maitimo. Dengan hadirnya mantan pemain Persipura Jayapura itu, Nil bisa mengembalikan Maitimo ke posisi gelandang, meski sebenarnya kepastian Maitimo untuk bermain pun masih terkendala izin FIFA. Sementara pelatih Irak Hakeem Syakir mengaku tidak mau menganggap remeh Timnas Indonesia. Menurutnya, meski berasal dari level berbeda, tidak ada yang mampu mengetahui secara pasti jalannya pertandingan nanti malam. Dia pun menginstruksi anak asuhnya untuk tampil all-out. “Pertandingan melawan Indonesia merupakan laga penting bagi kami. Jika berhasil mengalahkan Indonesia, langkah kami selanjutnya dipastikan lebih mudah. Karena itu saya tidak mau menganggap remeh mereka. Meski di pertandingan terakhir, Indonesia kalah telak dari Jordania, itu tidak bisa menjadi jaminan bahwa kami bisa dengan mudah mengalahkan mereka,” kata Syakir dilansir Aliraqnews. Syakir meminta skuadnya tidak over confidence menghadapi Indonesia. Menurutnya, hal itu justru bisa menjadi bumerang bagi tim. Irak sendiri dipastikan dalam kondisi penuh percaya diri setelah mengalahkan Malaysia 3-0 di pertandingan uji coba beberapa hari lalu. ( aww ) dibaca 1.623x

Sumber: Sindonews