Otak Bandit Modus Pecah Kaca Mobil Dibedil Polisi

JAKARTA (Pos Kota) – Aparat Resmob Polda Metro Jaya meringkus pimpinan komplotan bandit spesialis pecah kaca di kediamannya di Tanah Sereal, Kota Bogor, Senin (26/1) malam. Polisi terpaksa menembak kaki pelaku lantaran nekat kabur saat disergap. Dua tahun beraksi, pelaku yang memiliki 4 anak buah ini tercatat sudah ratusan kali memecahkan kaca. Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya AKBP Didik Sugiarto mengatakan tersangka Edi Yanto, 28, merupakan otak komplotan bandit spesialis pemecah kaca yang kerap beraski di Jakarta, Tangerang , Depok dan Bogor. “Tercatat sudah 215 kali beraksi. Masih ada empat pelaku lain yang sedang kita buru,” katanya, Selasa (27/1). Keempat anak buah Edi, mereka adalah Reza, Yosan, Hen dan Hatta. “Mereka sudah dua tahun beroperasi dan cukup licin,” tambah Didik didampingi Kanit V Kompol Handik Zusen. ertangkapnya Edi berdasarkan hasil penyelidikan petugas yang selama ini kerap menerima laporan terkait aksi pecah kaca. Petugas akhirnya berhasil mengidentifikasi dan melacak keberadaan pelaku di rumahnya di Tanah Sereal , Kota Bogor. “Namun pelaku sempat berusaha kabur sehingga terpaksa kami lumpuhkan,” . BUSI Di setiap aksinya, Edi cs kerap mengincar mobil yang parkir di lokasi depi. Berlima mereka berbagi peran. Edi sang otak pimpinan, bertugas sebagai pengalih perhatian. “Pura-pura menanyakan alamat kepada orang yang ada di sekitar lokasi. Reza memecahkan kaca mobil busi dan kunci leter ‘T’ yang sudah disiapkan. Selanjutnya, Yosan, Hen dan Hatta bertugas mengawasi keadaan sekeliling,” beber Kompol Handi. “Setelah kaca mobil terpecah, Reza langsung masuk kedalam mobil dan mengambil barang berharga yang ditinggalkan sipemilik mobil,” terangnya. Selain mengamankan Edi Yanto, kata Handik, pihaknya juga mengamankan beberapa barang bukti berupa, satu buah kunci letter ‘T’, satu unit mobil merk Honda Brio F1653 DS, satu unit sepeda motor Kawasaki Ninja RR B 3973 BZK, satu unit sepeda motor Honda Vario F 5216 CT, satu unit ponsel, satu unit notebook, satu unit tablet merk Advan, satu unit kamera digital, lima buah STNK milik korban, dua BPKB, satu kalung emas, dua buah cincin emas dan dua buah gelang emas. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Martinus Sitompul menyatakan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya Edi Yanto dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dan ancaman hukumannya masimal sembilan tahun penjara. (yahya)

Sumber: PoskotaNews