Masuk Kualifikasi Piala Dunia, Bagi Thiago Rasanya Seperti Pertama Sekolah

BERITA TERKAIT Ide Peserta Piala Dunia Menjadi 48 Negara Victoria Lopyreva Jadi Duta Piala Dunia 2018 Messi cs Boikot Bicara ke Media Gol Spektakuler dari Kaki Kiri La Pulga INDOPOS.CO.ID – Gugup. Seperti inilah perasaan Thiago Silva ketika treinador Brasil, Tite, mengumumkan 24 nama skuadnya untuk kualifikasi Piala Dunia 16 September lalu. Bisa dipahami jika dia merasa demkian. Maklum, saat Brasil berada dalam genggaman Dunga, Silva seperti pesakitan. Saat Copa America di Cile tahun lalu, dia sudah tidak lagi menjabat sebagai kapten setelah Dunga lebih mempercayakannya di lengan Neymar. Silva dianggap sebagai pihak yang paling bertanggung jawab pada semifinal Piala Dunia 2014 di rumah sendiri. Sebagai pemimpin, Silva gagal menghindarkan timnya dari skor memalukan 0-7 atas Jerman, dan kekalahan tiga gol tanpa balas dari Belanda di perebutan posisi ketiga. Sudah begitu, di Copa America, Silva tidak bisa membawa Brasil meraih trofi yang terakhir kali mereka genggam sembilan tahun silam. Brasil kalah adu penalti 3-4 atas Paraguay di perempat final. Sebelumnya, kedua tim bermain 1-1 selama 120 menit. Kegagalan Silva pun tak pelak membuat pilar Paris Saint-Germain (PSG) tersebut tidak masuk kedalam proyek Dunga. Kapten yang membawa Canarinho, julukan Brasil, merengkuh Piala Dunia di Amerika Serikat 1994 tersebut lebih suka memakai duet Miranda dan rekan setimnya di PSG, Marquinhos, pada jantung pertahanan Brasil, saat edisi Centenario Juni lalu. Total, 15 bulan dihabiskan oleh Silva menonton Brasil dari layar televisi setiap kali perhelatan turnamen mayor. Tite yang menggantikan Dunga pasca Brasil tersingkir dari fase grup Centenario sebenarnya sudah memanggil Silva kontra Ekuador dan Kolombia. Sayangnya, mantan penggawa AC Milan dan Fluminense itu harus absen karena cedera pinggang. ”Ini rasanya seperti hari pertama sekolah. Sangat gugup. Malah, aku hanya sempat beristirahat sedikit,” kata Silva seperti dilansir . ”Bedanya, aku tidak harus bernyanyi di depan rekan setimku,” kelakarnya. Tite menjelaskan, sejak awal dalam pikirannya ketika ditunjuk menjadi treinador Seleccao, sebutan lain Brasil, dirinya ingin sekali bekerja sama dengan Silva. Termasuk juga fullback Real Madrid Marcelo. ”Aku ingin bisa merasakan sensasi bekerja dengan para pemain hebat ini,” puji Tite dikutip dari Goal. ”Tentu, aku tidak menyebutkan masa lalu yang sudah terjadi diantara mereka,” tambahnya. Sayangnya, eks arsitek Corinthians berusia 55 tahun itu tidak menggaransi Silva posisi starter saat dia telah kembali. Mengingat saat ini Brasil mulai nyaman dengan Miranda-Marquinhos. Silva sendiri secara tersirat tidak mempermasalahkannya. Sebab, yang terpenting, dia sudah kembali menjadi bagian skuad lima kami peraih trofi Piala Dunia itu. ”Targetku adalah membawa tim ini lolos ke Piala Dunia. Baru kemudian bekerja keras untuk bisa terlibat di dalamnya,” lanjutnya dilansir dari harian Folha de Sao Paulo. Kembalinya Silva langsung menuai reaksi dari Marquinhos. Dia mengaku sangat senang kaptennya di PSG itu kembali ke tim. ”Dia adalah leader dalam kecepatan, dan apapun yang dilakukan di dalam serta luar lapangan,” ucap Marquinhos kepada UOL. Selain Silva, Tite juga memanggil nama lawas lainnya yang kebanyakan berkiprah di Premier League. Antara lain gelandang Manchester City Fernandinho, winger Liverpool Roberto Firmino, dan playmaker Chelsea Oscar. (apu)

Sumber: Indopos