Konflik Berdarah Yaman Utara, ribuan Warga Mengungsi

Rimanews – Sebanyak 650 keluarga, atau 4.550 orang, telah mengungsi akibat konflik yang meletus di Yaman Utara lima hari lalu, kata seorang juru bicara PBB di Markas PBB, New York, Jumat (15/8). “Kantor bagi Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyatakan mitra kemanusiaannya mengkonfirmasi bahwa 650 keluarga (4.550 orang) telah meninggalkan tempat tinggal mereka di Yaman Utara setelah konflik meningkat di Gubernuran Al Jawf pada 10 Agustus,” kata Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq di Markas PBB. Baca Juga Ketua HAM PBB minta Filipina selidiki Duterte Warga China mengungsi ke Indonesia akibat polusi PBB Dapat Laporan Pemerkosaan dan Pembunuhan Rohingya Setiap Hari 82 Warga Sipil Aleppo Ditembak di Tempat oleh Pasukan Suriah Guterres Dilantik sebagai Sekjen PBB yang Baru Beberapa sumber lokal mengatakan antara 7.000 dan 14.000 orang telah kehilangan tempat tinggal, kata Haq, sebagaimana dikutip Xinhua. Ditambahkannya, informasi itu tak bisa diabsahkan. Menurut juru bicara tersebut, orang yang menjadi pengungsi itu, yang dilaporkan tinggal bersama kerabat atau masyarakat penampung di daerah yang berdekatan, sangat memerlukan bantuan makanan, air, perawatan kesehatan dan barang lain kebutuhan dasar. “Kehadiran bantuan kemanusiaan sangat terbatas di Al Jawf akibat kondisi tak aman yang terus berlangsung,” kata Haq. “Rencana sedang dirancang untuk menyediakan uang melalui Dana Tanggap Darurat dan semua mitra berusaha membuat penilaian lebih baik mengenai kebutuhan.” Beberapa laporan mengatakan bentrokan antara pengikut Al-Houthi dan anggota suku bersenjata terjadi lagi di Kabupaten Al-Ghail, Gubernuran Al-Jawf, pada Selasa (12/8), sehingga banyak orang mengungsi ke daerah yang aman di tetangga Al-JAwf, Gubernuran Marib. [] Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : konflik , Yaman Utara , PBB , Mengungsi , Al Jawf , timurtengah , Internasional

Sumber: RimaNews