EKSKLUSIF: Wawancara Valentino Rossi Usai GP San Marino

MISANO – Usai seremoni juara di GP San Marino 2015 selesai, Valentino Rossi secara mengejutkan naik ke atas podium. Dia menjawab teriakan 92.315 penonton yang datang ke Misano: “Vale, Vale, Vale.” Rossi berusaha memuaskan para fan, yang berharap dirinya finis di posisi tiga besar. Fakta hanya finis kelima, jelas membuat Rossi kecewa. Walaupun jika melihat klasemen, ia unggul 23 poin dari kompetitor terdekat: Jorge Lorenzo. Menurutnya, GP San Marino merupakan lomba yang menuntut strategi tepat, bukan sekadar punya motor kompetitif. Berikut penuturan pembalap 36 tahun tersebut soal pengalamannya kepada La Gazzetta dello Sport: Bagaimana penilaian Anda terhadap jalannya lomba? ? Saya senang dengan jalannya awal lomba karena saya melakukan start begitu baik. Dengan ban trek kering, saya melaju cepat seperti Lorenzo dan Marc Marquez. Kemudian kami masuk pit untuk ganti ban basah karena hujan semakin deras. Ban basah ini yang membuat saya merasa lebih kuat dan cepat. Saya senang bisa bersaing dengan mereka, walaupun saat hujan berhenti, masalah mulai timbul.? Apa kesalahan Anda? Saya berada di lintasan dengan ban basah terlalu lama, dua lap. Namun dalam situasi ini, selalu sulit mengambil keputusan yang tepat. Dari sektor Tramonto sampai Carro (sektor 10-14) masih gerimis, sehingga aspal lembab. Jika saya hanya memikirkan hasil akhir, saya bisa saja lebih cepat dengan mengganti ban kering. Namun ini juga berisiko.? ? Pada akhirnya Anda dan Lorenzo seperti saling menunggu untuk ganti ban basah ke kering… Benar, karena kami sedang bersaing untuk menjadi juara dunia. Sedangkan pembalap yang finis di depan saya, seperti Marquez tidak memiliki risiko merugi.? ? Apa Anda berpikir bisa mencapai garis akhir dengan ban basah?? Ya, tapi pit board memberitahukan bahwa Bradley Smith mengejar saya 10 detik per lap. Meski bukan ahli matematika, berarti dalam delapan lap, saya kehilangan 80 detik. Jadi terlalu riskan untuk terus memakai ban basah sampai finis. Saya pun masuk pit untuk ganti ban, lalu Lorenzo jatuh. Sampai pada titik itu, saya harus berpikir lebih bijaksana.? Jadi, kesalahan terlambat ganti ban basah ke kering ada di Anda atau tim?? Pilihan ada di pembalap. Kami yang harus mengambil keputusan dan mengerti bagaimana kondisi aspal.? ? Dengan mempertimbangkan situasi lomba, apakah finis kelima sama saja seperti kemenangan? Dari sisi pribadi, tentu saja tidak! Saya bahkan ingin menangis. Dengan suasana spesial, saya ingin sekali menang. Namun Marquez lebih berani mengambil risiko dan tampil lebih hebat. Jika persaingan juara dunia jadi pertimbangan, ini adalah hasil sangat penting.? ? Sekarang Anda unggul 23 poin dari Lorenzo. Menurut Giacomo Agostini (juara dunia 15 kali), peluang Anda untuk jadi juara mencapai 80 persen….? Selisih 23 poin, dan tersisa lima putaran lagi sebelum kompetisi berakhir adalah keunggulan bagus. Namun, Lorenzo memiliki potensi untuk selalu menang pada putaran tersisa seperti Marquez. Jangan lupakan (Dani) Pedrosa, dan para pembalap Ducati. Saya bisa kehilangan banyak poin setiap putarannya. Kuncinya, saya harus terus berada di depan Lorenzo, dan tidak peduli Marquez. ? ? Menurut Anda apa yang sedang dipikirkan Lorenzo? Sangat cepat di lintasan kering, bisa berjuang untuk meraih kemenangan setiap putarannya dan bisa mengejar ketinggalan. *Giovani Zamagni BERITA TERKAIT Ducati Sempat Galau Pilih Iannone atau Dovi untuk Dampingi Lorenzo 78 0 Rossi Makin Tangguh Berkat Lorenzo 98 0 Rossi Ungkap Alasan Ritual Sebelum Balapan 140 0 Yamaha Ternyata Pernah Kecewa dengan Valentino Rossi 153 0 Marquez Prediksi Hubungan Rossi dan Vinales akan Harmonis 213 0

Sumber: TopSkor ID