Dulu Pernah Ada, Percakapan Anggodo dan Ong Yuliana Sebut Nama SBY

JAKARTA – Ong Yuliana: “Pokoke saiki (pokoknya sekarang) SBY mendukung. SBY itu mendukung Ritonga lho“ Anggodo kemudian sempat tidak percaya: Koen ngarang ae! (Kamu ngarang aja nih!) Baca Juga SBY Tebar Pesona Agus, Siapa Kepincut? Agus Kaget SBY Muncul di Tengah Kampanye Aktivis George Aditjondro Meninggal di Palu Tapi Ong Yuliana meyakinkan: “Harus ditegakno, ngarang yo opo sih? (harus ditegakkan, ngarang gimana sih)? Lalu, di akhir pembicaraan Yuliana kembali memberi penekanan: “Ini Pak SBY ngerti (tahu). SBY mendukung kita.” 3 November 2009 menjadi adalah salah satu hari penting Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dua pimpinan KPK saat itu, Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah memgajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK). Bibit dan Chandra Hamzah, meminta MK untuk membatalkan pasal 32 ayat 1 huruf c yang mengatur bahwa pimpinan KPK berhenti atau diberhentikan setelah menjadi terdakwa karena melakukan tindak pidana kejahatan. Ketua MK saat itu Mahfud MD kemudian memutar rekaman pembicaraan sejumlah orang yang diduga akan melakukan kriminalisasi terhadap KPK. Total seluruh rekaman pembicaraan yang diperdengarkan di MK berdurasi 4,5 jam yang terdiri dari 9 seri. Salah satu yang menarik adalah penyebutan nama Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) oleh Anggodo WIdjojo dan seorang perempuan bernama Ong Yuliana Gunawan. Di Surabaya, Ong Yuliana bukanlah nama asing. Ia dikenal sering keluar masuk penjara karena tersandung narkoba, bahkan pernah tertangkap bersama aktor Roy Marten yang sedang berpesta Sabu. Isi rekaman Anggodo dan Ong yang menghebohkan itu masih beredar luas karena disiarkan secara langsung oleh Stasiun TV dan beredar di YouTube. George Adi Tjondro dalam bukunya “Gurita Cikeas” bahkan menjadin percakapan Anggoro dan Yulina sebagai pengantar. Hampir keseluruhan isinya berbahasa Jawa dialek Suroboyoan. Menteri Hukum dan HAM saat itu, Patrialis Akbar sempat meminta agar majelis Hakim memberi terjemahan dalam persidangan. Namun keinginan ditolak Mahfud. “Kami sudah siapkan terjemahannya. Di kantor pak Patrialis pasti ada orang Jawa yang bisa menerjemahkannya,” kata Mahfud. Belakangan, pihak Istana menyatakan bahwa Ong Yuliana dan Anggodo telah mencatut nama predien. Polri saat itu juga sempat melakukan penyelidikan.[ian/jpnn] Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Fokus Isu , SBY , korupsi , anggodo , Fokus Isu , SBY , korupsi , anggodo , Fokus Isu , SBY , korupsi , anggodo

Sumber: RimaNews