DK PBB Kutuk Penyanderaan Konsulat Turki di Mosul

RIMANEWS-Dewan Keamanan PBB mengutuk penyanderaan di Konsulat Turki di Mosul, kota terbesar kedua di Irak, dan mendesak agar semua personel itu diperkenankan pulang secepat dan dalam keadaan selamat. Anggota Dewan Keamanan mengutuk semua aksi kekerasan terhadap wakil konsuler dan diplomatik, yang membahayakan atau menyeret nyawa orang yang tak bersalah dan sangat menghambat kegiatan normal pejabat dan wakil semacam itu, kata satu pernyataan yang dibacakan kepada pers di Markas PBB oleh Vitaly Churkin. Duta besar Rusia tersebut memangku jabatan Presiden Dewan Keamanan untuk Juni. “Anggota Dewan Keamanan kembali menyatakan bahwa tak ada tindak kekerasan atau teror yang dapat mengubah jalur menuju perdamaian, demokrasi dan pembangunan kembali di Irak, yang diapit oleh hukum kemanusiaan dan dihormatinya hak asasi manusia, yang didukung oleh rakyat dan Pemerintah Irak dan masyarakat internasional,” kata pernyataan itu, sebagaimana diberitakan Xinhua . Mosul, kota di Irak Utara, adalah Ibu Kota Provinsi Nineveh, sekitar 400 kilometer di sebelah baratlaut Ibu Kota Irak, Baghdad. Gerilyawan menguasai kota terbesar kedua di Irak tersebut pada Selasa (10/6), setelah berhari-hari pertempuran melawan pasukan keamanan Pemerintah Irak. Sebanyak 500.000 orang dilaporkan telah meninggalkan Mosul setelah kerusuhan, dan pada Rabu, gerilyawan menculik konsul jenderal Turki dan beberapa staf konsulat yang bekerja di kota itu. Pada Rabu pagi, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon pada Rabu (11/6) mengatakan bahwa ia terkejut saat mengetahui penculikan diplomat Turki tersebut di Kota Mosul, Irak, dan mengatakan, “Ini sama sekali tak bisa diterima baik.” “Sebagai sekretaris jenderal PBB, saya mengutuk dengan sekeras-kerasnya serangan teror semacam itu terhadap personel diplomatik,” kata sekretaris jenderal tersebut saat berbicara dalam peluncuran portal jejaring satuan tugas pelaksana kontra-terorisme (CTITF).[ach/rm] Baca Juga Erdogan Jilat Ludahnya Sendiri Turki Tak Akui Pemerintah Bentukan Houthi di Yaman Sedikitnya 10 Ribu Muslim Rohingya Lari ke Bangladesh Rusia Kaget Dengar Erdogan Ingin Gulingkan Bashar Al-Assad Kebakaran Asrama di Turki, 12 Siswi Tewas Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : PBB , Turki , Vitaly Churkin , Eropa , PBB , Turki , Vitaly Churkin , Eropa

Sumber: RimaNews