Di Jogja, Siswa Demo Kepala Sekolah Karena Enggak Diizinkan Tanding Futsal

Atmosfer serta kompetisi futsal antar SMA di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia. Bahkan menurut penuturan ketua Asosiasi Futsal Provinsi Yogyakarta, Armando Pribadi, antusiasme siswa sekolah untuk turut serta berpartisipasi dalam ajang futsal sangat tinggi hingga membuat beberapa sekolah kewalahan menanganinya. Pasca insiden keamanan yang membuat pertandingan futsal SMA di Sleman dan Jogja harus dihelat tanpa penonton. Beberapa sekolah melarang tim futsalnya untuk bertanding demi keamanan. “Karena enggak diizinkan tanding futsal, ada dua sekolah yang kepala sekolahnya didemo oleh siswanya sendiri dan enggak bisa keluar sekolah sampai malam,” ujar Armando yang merupakan mantan wasit nasional. Hal ini membuktikan antusiasme dan popularitas futsal di Jogja sudah sangat bagus. Untuk itu Armando berharap pihak kepolisian mampu memberikan solusi nyata agar kreativitas tim-tim SMA dan suporternya tidak terkekang hanya karena kejadian di luar laga futsal itu sendiri. “Jangan sampai kreativitas siswa-siswa ini terhenti gara-gara kejadian keamanan ini. Futsal menjadi salah satu sarana untuk mengembangkan minat dan kreativitas mereka agar tak terjerumus kepada pergaulan negatif,” pungkas Armando.

Sumber: Bolalob