Gervinho Pemain Manja dan Pantas Pergi Dari Roma

Menurut De Sanctis, hal tersebut sama saja menunjukkan bahwa Gervinho adalah pemain yang selalu berlindung dibawah ketiak Garcia saja.
Harus diakui memang Gervinho sangat superior ketika bersama Garcia. Kolaborasi keduanya berbuah gelar juara Liga Prancis untuk Lille pada 2011 lalu dan dugaan tersebut makin menguat ketika Gervinho melempem saat bergabung bersama Arsenal. Kemudian, Gervinho dan Garcia bereuni lagi di Roma dan sudah bisa ditebak bahwa pemain Pantai Gading ini bisa kembali ke performa terbaiknya.
Namun pemecatan Garcia pada Januari lalu juga diikuti dengan anggukan kepala Gervinho terhadap tawaran dari Hebei China Fortune di Liga China. Gervinho lantas menyatakan bahwa kepindahannya tak akan terjadi jika Roma tetap mempertahankan Garcia dan memperlakukan sang pelatih dengan lebih adil.
Apa yang Gervinho katakan sudah sejalan dengan karirnya selama ini (selalu oke bersama Garcia), jadi saya tidak terkejut. Semasa era Garcia, saya agak terkejut dengan sikap Gervinho yang tidak bisa menghormati permasalahan yang dihadapi tim yang juga melibatkan Garcia dan kami semua, jelas De Sanctis.
Sekarang apa yang ia katakan telah membuktikan semuanya. Garcia mungkin telah memberikan segalanya di sepakbola untuk Gervinho. Jika saya menjadi ia (Gervinho), saya akan bertanya pada diri saya sendiri terkait kelakuannya semasa era Garcia dan dalam beberapa hal dimana ia harusnya bisa berbuat lebih baik terhadap tim ini.
Kepergian Gervinho awalnya memang cukup disesali fans Roma. Namun kejelian Luciano Spalletti mendatangkan Stephan El Shaarawy dan Diego Perotti membuat fans Roma kini sudah tak menangisi lagi kepergian Gervinho.

montgomerycounty-maid-cleaning-service.com situs poker Sumber: Sidomi