Derby Merseyside, Bukan Perseteruan Menghancurkan Harmonisasi Keluarga

com, Liverpool: Derby Merseyside antara Liverpool kontra Everton akan tersaji pada di Liga Primer Inggris 2016–2017, Sabtu 1 April. Fakta bahwa kedua tim sedang dalam performa terbaik jelang laga ini membuat Derby Merseyside makin spesial.Tanpa kepentingan apa pun, pertarungan The Reds vs The Toffees pasti sanggup membangkitkan gairah. Ronald Koeman selaku manajer Everton dan Juergen Klopp sebagai manajer Liverpool rasanya tak perlu menyuntikkan semangat kepada para pemain. Pasalnya mereka pasti telah ‘terbakar’ ketika dihadapkan dengan Derby Merseyside.

Tensi panas pertemuan ini akhirnya membuat para pemain kerap ‘kesetanan’ saat berada di dalam lapangan. Akhirnya, berbagai cara dilakukan para pemain guna meraih tiga poin. Termasuk melancarkan terjangan-terjangan keras kepada lawan. Kadang, terjangan itu dilakukan sebagai upaya menggertak mental lawan. Namun, ada pula yang memang berniat untuk mencedarai andalan musuh.Lantaran sering terjadi pelanggaran-pelanggaran kasar, Derby Merseyside akhirnya dinobatkan sebagai pertarungan satu kota paling “kotor” di Inggris. Status itu didukung dengan statistik di atas lapangan. Sejak 2000–2001, Derby Merseyside sudah menghasilkan 158 kartu kuning dan 17 kartu merah.Dengan jumlah kartu sebanyak itu, tak heran jika Liverpool vs Everton akhirnya mendapat nilai fair play minus 5,9. Nilai itu bahkan lebih buruk dari TyneWear Derby antara Newcastle United kontra Sunderland yang selama ini dikenal sebagai pertarungan satu kota paling panas di Inggris. Menurut media asal Inggris, Mirror, TyneWear Derby hanya mendapat nilai fair play minus 5,7.Uniknya, tensi panas Derby Merseyside di atas lapangan tidak terjadi di antara fan yang memadati stadion atau yang menyaksikan lewat layar kaca di rumah.Bahkan, rasanya hanya di Derby Merseyside Anda akan melihat fan Liverpool dan Everton duduk bersebelahan tanpa ada kerusuhan. Fenomena itu pula yang membuat Liverpool kontra Everton dikenal sebagai The Friendly Derby.Alasan The Friendly Derby pula yang membuat otoritas Liga Primer Inggris tak pernah memasang jadwal pertandingan Liverpool dan Everton secara bersamaan. Sebab, seluruh anggota keluarga di Kota Liverpool biasanya menyempatkan diri untuk menyaksikan pertandingan yang melibatkan The Toffees dan The Reds.Seorang ayah yang datang ke Stadion Anfield untuk menyaksikan Liverpool tak keberatan duduk di Stadion Goodison Park pada keesokan harinya untuk menemani anak atau sang istri melihat Everton bertanding.Derby Merseyside yang sudah berseteru sejak 1962 memang cukup unik dan spesial. Keduanya memiliki isu kedaerahan dan rival yang sama, yakni tim dari Kota Manchester. Laga final Milk Cup 1984 di Stadion Wembley contoh sahih untuk menggambarkan kebencian fan Liverpool dan Everton kepada klub asal Kota Manchester.Ketika itu, fan dari kedua kubu di seluruh stadion punya chant yang sama, “Merseyside, Merseyside” dan “Are you watching Manchester?”Derby Merseyside adalah warisan yang harus dilestarikan. Sebuah perseteruan unik yang punya tensi panas di atas lapangan namun saling berjabat tangan di tribun stadion.(HIL)

montgomerycounty-maid-cleaning-service.com togel maya Sumber: MetroTVNews