Profil Muhammad Triyoga, Pelatih Futsal Muda Potensial Asal Depok

Bandar Qq Medali perak buat tim futsal Maluku Utara di PON 2016 menjadi salah satu pencapaian terbaik Muhammad Triyoga di usia yang masih tergolong muda untuk seorang pelatih di tingkat nasional. Hanya memperkuat tim futsal amatir dan tim kampus, Yoga merasa karirnya tidak akan banyak bergerak, untuk itu dia memutuskan beralih peran menjadi pelatih. Yoga memulai karirnya di usia 21 tahun dengan menjadi pelatih di tim-tim amatir dan tim Sekolah. Prestasi pertama tingkat nasional yang diraih Yoga adalah bersama Sumianto sebagai pelatih membawa DYS Saaijan menjuara liga futsal amatir pada 2013. “Alhamdulillah perjalanan karir saya sebagai pelatih bertahap dan berjenjang. Ini yang membuat pengalaman saya menangani pemain dari berbagai usia banyak,” kata Yoga yang juga melatih akademi futsal Ziyadat Depok. Meski begitu, Yoga tidak ingin buru-buru untuk melangkah ke jenjang profesional meskipun sudah pernah ditawari untuk melatih di salah satu tim liga pro. “Kalau ada rejeki saya inginnya jadi asisten pelatih liga pro dulu, enggak ingin jadi pelatih dulu. Guru-guru saya ngasih saran agar karir saya harus berproses dan berjenjang. Maka saya belum berani menjadi pelatih kepala,” ungkap Yoga. Nah bagaimana jika ditawari jadi pelatih kepala? “Saya belum bisa jawab sih. Nanti kita lihat saja situasi dan kondisinya,” pungkas Yoga. Muhammad Triyoga Tempat, tanggal lahir: Curup, 27 oktober 1990 Karir kepelatihan SMPN 7 depok SMAN 99 jakarta timur Akademi Futsal Ziyadat fc Universitas Indonesia Porprov Kotabaru Kalimantan Selatan Dys Saijaan FC Kotabaru Kalimantan Selatan Pra-PON Kalimantan Barat PON Maluku Utara

Sumber: Bolalob