Live Streaming: Para Mantan Pemain Timnas di Bincang Orang Bola

Bandar Qq Metrotvnews.com, Jakarta : Indonesia belum juga menikmati prestasi internasional di cabang olahraga sepakbola. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan. Apa yang salah dari dunia sepakbola di Tanah Air? Jawabannya pasti beragam. Kisruh pengurus PSSI, pembinaan yang terlantar, fasilitas yang tidak memadai dan lain-lain, bisa dimasukkan dalam daftar masalah. Baca juga PSSI Berencana Rekrut Tenaga Kerja Asing Kemauan Bonekmania Bisa Terwujud, Asal . Asprov PSSI Jatim Tak Jamin Persebaya 1927 Masuk Kompetisi Brandconnect 8 Jajanan Indonesia Terlezat untuk Dicicipi Di luar faktor-faktor itu, tentu persoalan tentang filosofi sepakbola, tak boleh diabaikan. Belakangan, Direktur Teknik PSSI, Pieter Huistra juga mendengungkan perlunya ditemukan filosofi sepakbola Indonesia, untuk memajukan sepakbola di Tanah Air. Dengan fisik dan kultur yang dimiliki Indonesia, filosofi sepakbola yang seperti apa yang perlu dipilih? Untuk menjawab ini, tampaknya pembahasan lebih menarik bila melibatkan mereka yang memang mengabdikan diri di olahraga paling populer di dunia ini. Untuk itu, Metrotvnews.com, akan mengundang para mantan pemain timnas untuk mendiskusikannya dalam sebuah talkshow bernama Bincang Orang Bola dengan tema “Kutak-Katik Filosofi Sepakbola Indonesia”. Akan hdir sebagai pembicara adalah, Risdianto (pemain timnas era 70-an), Patar Tambunan (pemain timnas era 80-an), serta Zulkarnaen Lubis (pemain timnas era 80-an). Acara Bincang Orang Bola itu akan ditayangkan Metrotvnews.com, Selasa 20 Januari 2015, mulai pukul 13.00 WIB. Acara akan dipandu Ketua Asosiasi Sekolah Sepakbola Indonesia (ASSBI), Taufik Jursal Effendy. Saksikan Bincang Orang Bola “Kutak-Katik Filosofi Sepakbola Indonesia” KLIK Di SINI Berikut profil singkat narasumber Bincang Orang Bola (BOB) Risdianto Risdianto, adalah salah satu pesepakbola yang lahir di masa kejayaan Timnas. Bersama dengan Iswadi Idris dan Ronny Pattinasarani, Risdianto membela Timnas pada era 1970-1981. Kecerdikan Ris di kotak penalti, membuat klub Hong Kong, Mackinnons FC, kepincut untuk mengontraknya selama satu musim. Selepas dari Hong Kong, Ris hengkang ke Persija Jakarta dan menghabiskan kariernya di klub Galatama, Warna Agung. Di Tim nasional, ia adalah bagian dari skuat Merah-Putih yang nyaris lolos ke Olimpiade 1976. Satu gol Risdianto saat Indonesia menang 2-1 atas Malaysia sempat membuka asa Merah-Putih, ketika itu. Namun, sayang di partai penentuan, Indonesia menyerah dari Korea Utara melalui adu penalti. Pengalamannya menghadapi klub Santos FC pada 1972 juga meninggalkan catatan menarik. Risdianto kala itu melesakkan dua gol ke gawang klub elite Brasil yang diperkuat Pele. Meski Indonesia kalah 2-3 dari Brasil, namun, Risdianto lebih mematikan dibanding Pele, di laga itu. Bila Pele hanya mampu melesakkan satu gol melalui titik penalti. Sedangkan Risdianto membobol gawang Santos sebanyak dua kali. Zulkarnaen Lubis Zulkarnaen Lubis sering dijuluki Maradona Indonesia lantaran kepiawaiannya mengolah si kulit bundar. Dia dikenal dengan umpan-umpannya yang memanjakan barisan penyerang. Kemampuannya membaca permainan lawan juga menonjol di antara gelandang Indonesia pada saatnya. Tak heran bila Zulkarnaen akhirnya menghuni skuat timnas 1983-1986. Di level klub, pemain ini sempat mengecap prestasi puncak bersama Krama Yudha Tiga Berlian. Dua kali, Zulkarnaen mengantarkan klub ini ke jenjang juara Kompetisi Galatama. Patar Tambunan Patar Tambunan adalah salah satu gelandang terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Ia dibesarkan dari Diklat Garuda di era 1980-an. Pria kelahiran Medan 1963 ini adalah salah satu aktor lapangan yang ikut mempersembahkan emas pada SEA Games 1987. Ia juga masuk dalam skuat Garuda saat menembus babak semifinal Asian Games 1986. (FIT)

Sumber: MetroTVNews