Chelsea Undang Korban Rasisme ke Stamford Bridge

, Jakarta – Manajer Chelsea Jose Mourinho memastikan pihaknya akan melakukan apa pun untuk menghukum para pelaku rasisme yang telah menghina seorang pria kulit hitam di Paris. Video aksi rasisme itu sangat menohok Chelsea dan membuat para petinggi klub malu. Sekelompok suporter Chelsea mengusir dan menghina seorang pria kulit hitam warga Paris di stasiun kereta bawah tanah Richelieu-Drouot, Selasa malam lalu. Kejadian itu berlangsung saat para suporter Chelsea pulang seusai menonton pertandingan tim tersebut dan Paris Saint-Germain yang berakhir imbang 1-1. Atas kejadian itu, Chelsea melalui surat yang dikirim Direktur Klub Bruce Buck telah meminta maaf kepada korban yang bernama Souleymane S. Mereka lalu mengundang Souleymane dan keluarganya untuk datang ke Stamford Bridge. Mereka diajak menonton pertandingan kedua antara Chelsea dan Paris Saint-Germain yang berlangsung bulan depan. Menurut Mourinho, video penghinaan di Paris itu telah membuatnya malu. Bos Chelsea, Roman Abramovich, bahkan dikabarkan berang akibat kejadian itu. Buck memastikan klub akan melakukan investigasi menyeluruh dan bekerja sama dengan otoritas Paris. “Setiap orang, para pemain, suporter, bahkan para petinggi Chelsea merasa kecewa. Peristiwa itu sungguh menjijikkan,” kata Mourinho. Chelsea kembali mengeluarkan larangan datang ke Stamford Bridge kepada dua suporternya pada Jumat kemarin. Total suporter yang dihukum oleh Chelsea kini sudah berjumlah lima orang. Jika terbukti bersalah, Chelsea akan menghukum mereka tak boleh datang ke stadion Chelsea seumur hidup. Mourinho mengatakan dia langsung tahu kabar tentang tindakan rasisme itu begitu sampai rumah. “Besoknya, aku menonton video itu, dan aku tak ingin melihatnya lagi. Cukup sekali aku melihatnya, itu sangat menyedihkan,” katanya. Menurut Mourinho, efek akibat penghinaan yang dialami warga Paris itu sangat besar. Dia tak percaya hal itu masih bisa terjadi pada zaman modern. “Aku membayangkan berada pada posisinya. Mau pulang kerja lalu sekelompok orang mengusirku dari transportasi publik. Itu benar-benar memalukan,” katanya. Mourinho mengatakan kejadian seperti itu mungkin bukan yang terakhir. “Tapi kita harus mengatasinya sebaik mungkin. Setiap orang yang berhubungan dengan klub ini harus mengakhirinya,” kata Mourinho. “Tak ada tempat di Stamford Bridge bagi para pelaku rasisme.” | | GABRIEL WAHYU TITIYOGA

Sumber: Tempo.co