Uruguay Terdepak dengan Pahit dari Copa America

, Santiago – Kalah 1-0 melawan tuan rumah Cile pada babak semifinal Copa America 2015 karena dua pemainnya diberi kartu merah dan pelatihnya diusir dari bangku tim menjadi pil pahit yang harus ditelan Uruguay. Hal ini dinyatakan pelatih Uruguay, Oscar Tabarez, di Santiago, Cile, Rabu waktu setempat atau Kamis pagi, 25 Juni 2015, WIB. Pemain depan Edinson Cavani dan bek Jorge Fucile harus meninggalkan lapangan karena diganjar kartu merah akibat tidak dapat mengendalikan emosinya. Cavani harus keluar lapangan pada menit ke-63, sementara Fucile di menit ke-88. Cavani tak dapat mengontrol emosinya dan bermain kasar karena termakan provokasi bek Cile, Gonzala Jara. Kartu merah kedua yang diterima Uruguay membuat para pemainnya kehilangan kesabaran sehingga mendorong-dorong penjaga garis. Tabares juga tak dapat mengendalikan emosinya dengan ikut memprotes wasit. “Ketika segalanya berakhir dengan (dua) kartu merah tanpa pelanggaran (serius), rasanya pahit di mulut,” kata Tabarez. “Saya lebih suka tim saya dikalahkan dengan cara lain.” Tabarez meminta maaf karena meninggalkan arena teknis untuk memprotes wasit dari Brasil, Sanro Ricci. Namun ia berkukuh bahwa wasit telah membuat kesalahan dengan memberi kartu merah untuk Fucile karena menjegal Alexis Sanchez. “Saya katakan pada wasit, ‘Mengapa Anda usir (keluar lapangan) pemain yang tidak melakukan kesalahan?’,” ucap Tabarez. “Soal Fucile itu sudah jelas! Mengusir Cavani keluar lapangan saja kalau kita lihat dari foto buktinya menunjukkan itu terjadi karena provokasi (dari Jara). Berdasarkan rekaman televisi dan bukti foto, kebenaran tak dapat dipungkiri.” Cile menikmati 80 persen penguasaan bola dan baru dapat meruntuhkan pertahanan keras Uruguay pada menit ke-81 melalui gol yang dicetak Mauricio Isla. Menurut Tabarez, diusirnya Cavani menjadi awal petaka bagi timnya. “Saat kami bermain tinggal dengan sepuluh orang, situasi mulai sulit, karena peluang kami menyerang berkurang,” ujarnya. Ia membantah Cavani tampil emosi lantaran terpengaruh kasus tabrakan ayahnya yang ditahan polisi karena menewaskan seorang pengendara sepeda motor di Uruguay dua hari sebelum pertandingan itu. | | AGUS BAHARUDIN

Sumber: Tempo.co