Pemerintah harus Kurangi Subsidi BBM, Kata JK

RIMANEWS – Mantan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla menilai subsidi bahan bakar minyak (BBM) tahun 2014 ini terlalu besar karena telah tembus sekitar Rp400 triliun. Jika subsidi BBM terlalu besar dapat menyebabkan ekonomi Indonesia tidak bergerak. “Kalau subsidi itu 22% dari APBN maka berat untuk APBN, nilai yang tepat itu 10% dari APBN,” katanya di sela-sela Global Research Briefing 2014 yang digelar Standard Chartered Bank, Senin (27/1/2014). Baca Juga Pelabuhan di bawah Pelindo I siap hadapi natal Ketika Sri Mulyani musnahkan sex toys Presiden ingin kesepakatan dengan India segera dilanjutkan Pengurangan subsidi BBM, sambungnya, akan bergantung pada pemerintah yang akan datang. Namun, jika subsidi BBM tetap mengambil porsi yang besar, pemerintah tidak akan mampu memperbaiki infrastruktur dan kondisi lainnya. Dia menilai ketidakmampuan negara dalam perbaikan infrastruktur akibat tidak lagi memiliki dana yang cukup. Dana yang bersumber dari pendapatan negara telah habis untuk subsidi. “Tahun ini bisa Rp400 triliun, apalagi dengan dolar naik, bisa bisa lebih Rp400 triliun. Dana darimana. Mana yang bisa menahan itu,” katanya. Untuk itu, kata Ketua Umum Palang Merah Indonesia itu, subsidi BBM harus dikurangi. Namun, subsidi beras dan pupuk bagi petani tidak disarankan untuk dikurangi. [v/b] Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Ekonomi , Bahan Bakar Minyak , Subsidi BBM , Mantan Wakil Presiden , Muhammad Jusuf Kalla , Ekonomi , Bahan Bakar Minyak , Subsidi BBM , Mantan Wakil Presiden , Muhammad Jusuf Kalla , Ekonomi , Bahan Bakar Minyak , Subsidi BBM , Mantan Wakil Presiden , Muhammad Jusuf Kalla

Sumber: RimaNews