OJK: Perlu Peningkatan Pemahaman Masyarakat Terhadap MEA

RIMANEWS- Otoritas Jasa Keuangan menilai perlunya peningkatan pemahaman masyarakat Indonesia atas implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN sehingga siap menghadapi kondisi pasar bersama di kawasan Asia Tenggara tersebut. “Survei yang dilakukan Sekretariat ASEAN menunjukkan pemahaman masyarakat kita lebih rendah dibanding negara lain seperti Thailand,” kata Direktur Internasional OJK, Triono, di Jakarta, Kamis (17/7). Ia menyebutkan saat ini sudah banyak warga Thailand yang mempelajari bahasa Indonesia, karena mereka paham bahwa Indonesia memiliki potensi besar mendatangkan turis bagi negaranya. “Cukup banyak potensi wisatawan asal Indonesia yang bakal berkunjung ke sana (Thailand), sehingga mereka siap menyambut kedatangan turis termasuk dari Indonesia,” katanya. Ia menambahkan di Bangkok juga banyak baliho yang menyambut implementasi MEA pada 2015. Triono mengatakan semua pihak di Indonesia dihadapkan pada tantangan untuk menyosialisasikan MEA dan meningkatkan pemahaman atas implementasi pasar tunggal itu. Ia juga menyatakan meskipun MEA identik dengan liberalisasi, namun bukan berarti tidak ada aturan sama sekali. “Memang pasar kita menjadi lebih terbuka, tapi tetap ada aturan yang harus ditaati, tetap ada mekanisme yang diikuti,” kata Triono. Sementara itu, Analis Senior Direktorat Komunikasi dan Hubungan Internasional OJK, Joko Siswanto, mengatakan kesepakatan pasar bersama biasanya menyangkut tiga hal, yaitu perdagangan barang, jasa dan investasi. “Yang menyangkut barang dan investasi sudah banyak perkembangannya, sementara untuk yang jasa khususnya jasa keuangan belum banyak kesepakatan yang dicapai,” katanya. Menurut ia, OJK terus berusaha aktif dalam pembahasan mengenai sektor jasa keuangan, karena implementasi MEA untuk sektor jasa keuangan baru akan mulai diberlakukan pada 2020. Mengenai mata uang tunggal ASEAN, Joko mengatakan sekitar tahun 2003 memang ada pembahasan mengenai hal itu. “Namun sejumlah syarat pemberlakukan mata uang tunggal ASEAN sulit dipenuhi sehingga pembahasan itu tidak diteruskan lagi,” tambahnya. (lil/ant) Baca Juga Jokowi Akui Daya Saing Indonesia Masih Kalah dengan Negara ASEAN Batal Teken TPP, AS Pertegas Hubungan dengan ASEAN OJK Kaji Aturan “Green Bond” Jaga Lingkungan OJK Catat 31 Emiten Syariah Baru Meski Ilegal, Izin Usaha Pandawa Grup Tak Dicabut Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Ekonomi , OJK , Asean , MEA , Triono , Ekonomi , OJK , Asean , MEA , Triono

Sumber: RimaNews