Diperiksa KPK, Andreas Hugo Mengaku Tak Banyak Tahu

Agen Bola 338 Jakarta – Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP, Andreas Hugo Pareira mengaku tak banyak mengetahui kasus dugaan suap pengadaan alat kesehatan untuk kebutuhan pusat penanggulangan krisis Departemen Kesehatan dari dana DIPA yang menjerat mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari. Hal itu diungkapkan Andreas kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memeriksanya pada Jumat (21/10). Meski demikian, Andreas yang kini menjabat Ketua DPP PDIP Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ini mengaku berupaya kooperatif dengan menjelaskan kepada penyidik mengenai hal yang diketahuinya. “Lebih ke klarifikasi saja, ya lebih banyak saya tidak tahunya tapi sebagai saksi saya harus kooperatif menjelaskan apa yang bisa disampaikan dan sudah saya beritahukan kepada pihak penyidik,” kata Andreas usai diperiksa penyidik di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (21/10). Dalam pemeriksaan kali ini, Andreas mengaku dicecar penyidik dengan 11 pertanyaan. Namun, sebagian besar pertanyaan penyidik tak banyak diketahuinya lantaran saat pengadaan alat kesehatan ini bergulir pada 2007, Andreas bertugas di Komisi I DPR. Apalagi, katanya, kasus ini sudah lama. Untuk itu, Andreas mengaku hanya menjelaskan kepada penyidik mengenai hal yang umum. “Teknis alkesnya saya tidak tahu kan bukan di Komisi I kan. Lebih ke hal yang umum, sudah saya jelaskan ke penyidik,” katanya. Namun, Andreas enggan mengungkap lebih rinci mengenai materi pemeriksaan yang dijalaninya kali ini. Andreas mengaku hal itu telah menjadi kewenangan penyidik. “Itu nanti urusan penyidik lah,” katanya. Disinggung mengenai ketidakhadirannya pada Selasa (18/9) lalu, Andreas mengaku saat itu sedang berada di luar negeri. Andreas segera memenuhi panggilan penyidik sekembalinya ke Jakarta. “Saya dari luar negeri, setelah pulang saya minta waktu nah itu saya sebagai warga negara saya juga membantu proses di KPK sehingga berjalan dengan baik,” katanya. Diketahui, dalam kasus ini, Siti Fadilah diduga menerima Mandiri Travellers Cheque (MTC) senilai Rp1,375 miliar terkait proses pengadaan alat kesehatan untuk kebutuhan Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan dari dana DIPA Revisi APBN Pusat Penanggulangan Krisis Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan RI Tahun Anggaran 2007. Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Siti Fadilah dijerat dengan Pasal 12 huruf b atau Pasal 5 Ayat (2) jo Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Fana Suparman/YUD Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu