Budaya Kompetisi Dinilai Tidak Relevan Lagi untuk Bangsa

Agen Bola 338 Jakarta – Indonesia yang sudah berusia 71 tahun dinilai masih belum mampu bersaing dengan bangsa lain di dunia. Ketidakberhasilan Indonesia meraih taraf kuat, kuasa, dan mandiri serta mampu meraih yang diharapkan karena negara hanya mengembangkan budaya kompetisi. Padahal negara lain di dunia bahkan juga perusahaan multinasional kini tidak lagi mengembangkan budaya kompetisi. Namun budaya kolaboratif atau kebersamaan. Hal tersebut mengemuka dalam Diskusi Panel Serial ke-12 yang digelar Yayasan Suluh Nuswantara Bakti (YSNB) dengan tema “Membangun Budaya dan Nilai Keindonesiaan demi Masa Depan Bangsa”, dengan masih pada tema: Tantangan Masa Depan. Pada DPS ke-12 ini hadir sebagai pembicara adalah Prof. Dr. Bambang Hidayat Guru Besar ITB, Prof. Dr. Firmanzah Rektor Paramadina, dan Dr. Ilham Habibie. Menurut Bambang Hidayat, usia Indonesia sebagai bangsa tidak muda lagi, karena telah berumur 71 tahun. Sehingga sudah semestinya, Indonesia mampu bersaing dengan bangsa lain di dunia. Dan untuk mampu bersaing dengan negara lain, tidak bisa tidak maka pendidikan mandiri harus terus ditingkatkan. Pendidikan mandiri yang tidak disandarkan pada uluran tangan donator yang kadang mengabaikan etika dan kebenaran. Menurut Firmanzah, ketidakberhasilan Indonesia meraih taraf kuat, kuasa, dan mandiri serta mampu meraih yang diharapkan karena negara hanya mengembangkan budaya kompetisi. Padahal negara lain di dunia bahkan juga perusahaan multinasional kini tidak lagi mengembangkan budaya kompetisi. Namun budaya kolaboratif atau kebersamaan. “Saya melihat diantara nilai-nilai budaya positif yang harus dikembangkan di Indonesia menggantikan budaya kompetisi yaitu budaya kolaboratif. Selama ini hambatan terbesar bangsa kita adalah adanya ego-sektoral yang seringkali menjadi penghambat kerjasama, koordinasi dan komunikasi lintas sektoral. Padahal, di tengah persoalan bangsa dan negara yang semakin kompleks dan dinamis, nyaris tidak ada persoalan yang bisa diselesaikan oleh hanya satu unit organisasi saja. Dibutuhkan kerjasama dan koordinasi lintas lembaga agar penyelesaian masalah menjadi komprehensif dan tidak tambal sulam. Melalui semangat dan budaya kolaboratif tentunya akan banyak hal yang bisa dicarikan solusi bersama’, kata Firmanzah. Firmanzah juga mengkritik media yang memediakan dalam headlinenya tema ‘Merayakan keberagaman’. “Keberagaman merupakan hal alamiah, sebenarnya yang harus dirayakan adalah kebersamaannya,” kata Firmanzah. Sementara itu Ilham Habibie menyatakan jika negara Indonesia yang kuat, kuasa, dan mandiri serta mampu meraih apa diharapkan, merupakan sebuah keniscayaan. Negara stabil yang mempunyai ekonomi berdasar pengetahuan dan inovasi yang mampu menyejahterakan seluruh rakyat se-adil mungkin hanya dapat diraih jika negara mengembangkan inovasi, teknologi dan kewirausahaan. “Purwarupa dan industrialisasi sebagai aspek utama inovasi bahkan SDM. Dan teknologi hanya dapat diraih dengan mengedepankan budaya, sebab mereka berkaitan dengan manusia,” katanya. Euis Rita Hartati/ERH Investor Daily

Sumber: BeritaSatu