Brasil Tanpa Neymar? Biasa Saja

Agen Bola 338 Kehilangan besar adalah pendapat kebanyakan orang. Kenyataannya bisa saja tidak begitu. Brasil memang bukan Portugal yang sangat bergantung kepada Cristiano Ronaldo, namun kita tidak bisa menutup mata bahwa negara yang mampu melahirkan pemain-pemain berbakat dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang sama ini memiliki seorang bintang utama. Seorang anak emas. Seorang pemain yang akan menjadi pilihan utama untuk dikirimi bola ketika sang pengontrol bola tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Neymar da Silva Santos Júnior. Sejak bakatnya mulai banyak dilihat oleh dunia, pemuda berusia 22 tahun ini dilabeli sebagai Pelé baru. Sebuah beban berat, mengingat sudah banyak pemain yang dilabeli demikian dan malah gagal, terlepas dari ada atau tidaknya hubungan antara beban julukan dan penampilan buruk mereka. Sejauh ini, Neymar belum mengecewakan. Namun ia tak bisa secara langsung membantu negaranya di dua pertandingan tersisa (satu, jika Jerman mengalahkan mereka di semifinal). Terjangan Juan Camilo Zúñiga membuat Neymar harus langsung dilarikan ke rumah sakit saat timnya masih berjuang untuk mempertahankan keunggulan di Estádio Castelão, Fortaleza. Neymar beruntung tidak lumpuh karenanya, mengingat kerusakan tulang belakang membuat seseorang memiliki peluang besar untuk kehilangan fungsi bagian tubuh lain. Namun ia dipastikan tak akan mampu kembali bermain di sisa gelaran Piala Dunia. Pukulan telak bagi Brasil, katanya. Saya, sayangnya, harus tidak setuju. Brasil akan baik-baik saja tanpa Neymar. Hanya ada dua masalah yang akan ditimbulkan dari ketidakhadiran Neymar: Krisis kepercayaan diri yang sangat mungkin terjadi jika para pemain merasa tidak bisa apa-apa tanpa Neymar, dan kurangnya jumlah tendangan bebas yang akan diterima oleh Brasil. Neymar di Brasil tak lebih dari apa arti Eden Hazard bagi Belgia di Piala Dunia tahun ini. Bintang pemikul harapan besar yang selalu bermain baik, tapi tidak memberikan terlalu banyak pengaruh kepada tim. Neymar dan Hazard bermain sangat baik untuk diri sendiri, namun biasa saja bagi tim. Jika Belgia memiliki Kevin de Bruyne, maka sosok Brasil memiliki Oscar. Kehilangan Neymar dan masih memiliki Oscar, Brasil tak akan menemui kesulitan berarti. Dengan kondisi yang ada saat ini, sangat mungkin melihat Oscar kembali dimainkan di belakang penyerang, di posisi terbaiknya, di peran yang ia mainkan saat Brasil menjadi juara di Piala Konfederasi 2013. Satu pemain sayap yang tidak biasa bemain sebagai starter akan mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Oscar, dan pemain tersebut sangat mungkin adalah Bernard. Formasi tim, 4-2-3-1, tetap dipertahankan.

Sumber: Supersoccer.co.id